BANDA ACEH – Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Aceh Besar kembali membuktikan
kualitasnya sebagai rahim yang melahirkan generasi emas, mapan secara agama, sekaligus
unggul di kancah akademik tinggi.
Pada momentum kelulusan akbar Universitas Islam Negeri
(UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, dua alumni dayah yang terletak di Aceh Besar tersebut berhasil
mengukir prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai lulusan terbaik di dua jenjang
pendidikan sekaligus: Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2).
Kedua sosok tersebut adalah Urwatil Wusqa, alumni Dayah Darul Ihsan yang meraih predikat
lulusan terbaik tingkat Sarjana (S1) di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), serta Alvia Hasli Ramadhan, alumni Darul Ihsan yang sukses menyabet predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 pada jenjang Magister (S2) Pascasarjana UIN
Ar-Raniry. Keberhasilan ganda ini menjadi bukti nyata bagi publik bahwa gemblengan karakter,
mental, dan spiritual di Dayah Darul Ihsan mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan muda yang sangat kompetitif dan progresif.
*Urwatil Wusqa: Dobrak Tradisi Lewat Publikasi Ilmiah, Lulus 3,5 Tahun.*
Saat sebagian besar mahasiswa menyelesaikan studi melalui skripsi, Urwatil Wusqa memilih
jalur berbeda yang sarat akan tantangan riset modern. Mahasiswi Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ini menuntaskan studinya melalui publikasi artikel ilmiah yang sukses dikonversi sebagai pengganti skripsi.
Pilihan berani tersebut berbuah manis. Pada Yudisium Fakultas Adab dan Humaniora yang
digelar Kamis (11/6/2026), Wusqa dinobatkan sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94 dan predikat cum laude. Ia berhasil menyelesaikan studi sarjananya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Bagi Wusqa, publikasi ilmiah bukan sekadar alternatif instan. Sebagai santri yang sejak dini
dididik di Dayah Darul Ihsan untuk mengamalkan ilmu demi kemaslahatan yang luas, ia
memandang jalur artikel ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik yang lebih berdampak
nyata secara global karena dapat diakses oleh masyarakat ilmiah di berbagai belahan dunia.
“Artikel ilmiah lebih ringkas, padat, dan langsung menyentuh substansi persoalan. Format
seperti ini lebih mudah diakses dan memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat
bagi banyak orang,
” ujar perempuan kelahiran Aceh Besar, 18 Oktober 2004 tersebut.
Putri dari pasangan Salman Alvarisy dan Nilawati ini mengakui bahwa fondasi nilai-nilai kepesantrenan, kesederhanaan, dan ketekunan yang ia timba di bawah asuhan para guru di Dayah Darul Ihsan menjadi jangkar utama dalam menjaga konsistensi belajarnya. Di samping kuliah, Wusqa juga dikenal sangat aktif berorganisasi, di antaranya mengemban amanah
sebagai Wakil Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Alumni Dayah Aceh
(PB-IMADA), Ketua Divisi Ilmu Kebudayaan DEMA FAH, serta aktif dalam Public Relation Duta Gender UIN Ar-Raniry.
*Alvia Hasli Ramadhan:Taklukkan Keterbatasan Fisik, Raih IPK S2 Sempurna 4,00*
Kisah inspiratif lainnya datang dari panggung Pascasarjana UIN Ar-Raniry yang digawangi oleh
Alvia Hasli Ramadhan. Perempuan asal Nagan Raya ini berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Agama Islam (Konsentrasi Pemikiran dalam Islam) dengan IPK sempurna 4,00 dan meraih predikat cum laude, sebuah capaian luar biasa yang diraihnya hanya dalam waktu tiga semester (satu setengah tahun).
Namun, di balik angka sempurna itu, tersimpan kisah perjuangan luar biasa yang mencerminkan ketangguhan mental seorang santri sejati. Sejak kecil, Alvia harus berhadapan dengan keterbatasan fisik akibat penyakit saraf kejepit yang sempat membuatnya divonis
mengalami kelumpuhan. Kendati demikian, keterbatasan fisik sama sekali tidak menyurutkan
langkahnya untuk menuntut ilmu.
Sebelum menempuh magister di UIN Ar-Raniry, Alvia merupakan salah satu mahasiswi non-Arab
terbaik di Universitas Al-Azhar, Mesir, salah satu kiblat pendidikan Islam dunia. Di tengah masa perkuliahannya di Kairo, kondisi kesehatannya sempat memburuk hingga memaksanya kembali ke Indonesia untuk menjalani perawatan, bahkan sempat berobat ke Penang, Malaysia.
Setelah kondisi kesehatannya membaik, dengan mentalitas baja pantang menyerah khas didikan pesantren, Alvia kembali melanjutkan pendidikan sarjananya hingga meraih gelar dengan predikat Jayyid Jiddan Ma’a Martabat Asy-Syaraf (Sangat Baik dengan Kehormatan).
Rekam jejak prestasinya telah mengakar sejak ia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) di Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee. Alvia dikenal sebagai santri berprestasi yang aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun keagamaan, termasuk mewakili Aceh pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) cabang debat bahasa Arab.
Kemampuan bahasa Arab dan penguasaan kitab turats yang matang selama nyantri di Dayah Darul Ihsan pulalah yang membuka jalannya meraih beasiswa luar negeri dari program tahfidz Al-Qur’an
BPSDM Aceh.
“Alhamdulillah lulus cum laude. Ini berkat doa orang tua, guru-guru, dan teman-teman.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi perjalanan seseorang. Dengan ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah, kita mampu mengubah berbagai rintangan menjadi prestasi,
” pungkas Alvia dengan penuh rasa syukur pada Rabu (24/6/2026).
Tradisi Prestasi Alumni Dayah Darul Ihsan Abu Hasan
Krueng Kalee Sinergi prestasi luar biasa antara Urwatil Wusqa di tingkat sarjana dan Alvia Hasli Ramadhan di tingkat magister ini mengirimkan pesan kuat kepada publik luas: alumni pesantren tidak hanya piawai dalam penguasaan khazanah kitab turats, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang
sangat tinggi dalam dunia riset ilmiah, metodologi modern, serta kompetisi akademik global.
Ketua Yayasan Abu Krueng Kalee, Bapak H. Musannif, S.E., S.H., “menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian gemilang kedua alumni terbaiknya ini. Prestasi Urwatil
Wusqa dan Alvia Hasli Ramadhan diharapkan dapat menjadi pelecut semangat dan inspirasi bagi ribuan santri yang saat ini masih menempuh pendidikan di dayah, agar selalu optimis bahwa dengan modal ilmu agama dan keteguhan karakter dari pesantren, mereka mampu menaklukkan puncak-puncak prestasi tertinggi di masa depan”. [Admin]