Sejarah Singkat
Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Ihsan didirikan oleh Yayasan Darul Ihsan Abu Krueng Kalee pada tahun 2003. Madrasah ini berada di bawah naungan Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, dengan tujuan agar para siswa-siswi MTs Darul Ihsan, yang merupakan santri dayah, dapat melanjutkan pendidikan umum dengan kurikulum Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan pendidikan dayah.
Pada bulan Juli 2003, kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan dengan jumlah 13 siswa dan 14 guru. Proses belajar pertama kali dilakukan di sebuah sudut dapur umum yang diberi sekat sebagai ruang kelas pertama. Pada tahun yang sama, yayasan mengeluarkan surat keputusan pengangkatan seorang guru (yang saat itu masih berstatus bakti) sebagai Kepala Madrasah.
Seiring waktu, jumlah siswa terus meningkat. Pembangunan ruang kelas pun dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak — baik dari instansi pemerintah, lembaga non-pemerintah, maupun yayasan. Saat ini, MAS Darul Ihsan telah memiliki 25 ruang kelas, kantor kepala madrasah, kantor administrasi, dan kantor guru.
Dengan bertambahnya jumlah siswa, kebutuhan tenaga pendidik juga meningkat. Sebagian besar guru merupakan guru bakti yang dengan penuh dedikasi ikut membangun mutu pendidikan madrasah. Saat ini, MAS Darul Ihsan memiliki 538 siswa dan 63 guru.
Dalam perjalanannya, MAS Darul Ihsan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki manajemen dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Hasilnya terlihat dari prestasi siswa yang mampu bersaing dalam berbagai lomba tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Beberapa alumni juga berhasil lulus seleksi beasiswa Kementerian Agama untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Oman, UIN Malang, dan berbagai universitas negeri lainnya.
Secara struktural, MAS Darul Ihsan dipimpin oleh seorang Kepala Madrasah yang dibantu oleh empat wakil kepala yang diamanahkan oleh Dayah, serta dibantu oleh bagian pengajaran, tata usaha, dan perpustakaan. Sistem pendidikan yang terintegrasi dengan dayah serta kewajiban santri tinggal di asrama turut membantu terciptanya kedisiplinan dan efektivitas pembelajaran.
Dalam upaya terus meningkatkan mutu, madrasah senantiasa berusaha melengkapi sarana dan prasarana pendidikan serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik. Semua itu dilakukan dengan dukungan berbagai pihak, baik secara moril maupun materil, mengingat sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu.
Visi
Menjadi Madrasah yang Profesional, Mempertahankan Warisan Keislaman untuk Melahirkan Generasi Islami yang Terampil.
Misi
Identitas Madrasah
Ekstrakurikuler
A. Ekstrakurikuler Wajib:
B. Ekstrakurikuler Pilihan: